Read more >>

Sabtu, 30 Juli 2016

Dear Elta, Inilah rahasia. Kuharap engkau merasa, kuharap engkau tahu meski kusamarkan namamu. 2 Januari 2015 Karena kau adalah langit penuh bintang, kan kuberikan hatiku padamu. Sulit bagiku untuk berpaling dari ilham yang selama ini membayangikuu. Tapi barulah kini aku percaya ilhamku telah berganti. Aku tahu kau tak begitu suka membaca karya sastra. Tapi aku tak bisa berkata-kata tanpa dia. Memang sulit mengungkapkapnya secara gamblang. Tapi bolehkah aku menyayangimu? Lebih dari sekedar perasaan sahabat terhadap sahabatnya. Aku belum ingin mengutarakannya....
Read More




Sabtu, 16 Januari 2016

Ria Sinir dan Dara Itam Oleh Puput Nofia Dahulu kala di daerah Landak (sekarang Kabupaten Landak, Kalimantan Barat), hiduplah sepasang suami isteri, Kaleber dan Anteber. Mereka melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ria Jambi.            Setelah dewasa, Ria Jambi dinikahkan dengan seorang perempuan bernama Ngatan Barangan yang berasal dari Gunung Sambas. Dari perkawinan mereka, terlahir lima orang anak yang diberi nama; Ria Tanu, Ria Kano, Ria Rinding, Ria Tanding, dan Ria Jane. Suatu hari, datang seorang anak laki-laki bernama Ria Sinir...
Read More




Kamis, 04 Juni 2015

Aamiin

Hari ini bukan hari ulang tahunku. Tapi, sebuah resolusi tak harus dibuat saat menjelang hari ulang tahun atau ketika tahun baru akan datang. Akhirnya aku menemukan sebuah misi untuk membuat Blog Puput Nofia, setidaknya aktif. Aku akan menulis segala hal tentang keindahan Indonesia. Aku juga ingin berbagi tips menulis. Dan berjuang bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki impian untuk menerbitkan sebuah buku yang bermanfaat bagi umat. Dunia Maya, setelah kutekan enter untuk menerbitkan celoteh ini, aku harap Tuhan bersedia membantuku menjalankan misi ini. Aamiin. #Jika kau menginginkan...
Read More




Selasa, 12 Mei 2015

Sampah Kata-kata untuk Elta #2

20 januari 2015 Mungkin sosok orang yang kudambakan, sebagian besar ada padamu. Tapi aku sadari, pujaanmu adalah seorang bidadari. Cantik rupawan lahir dan batin. Meskipun cintamu padanya tertolak, bukan berarti sosoknya lantas hilang begitu saja. Aku yakin kau masih menginginkannya. Apalah aku? Hanya seonggok perdu yang berlindung di balik pohon minder. Aku tak tahu bagaimana kau memerlakukan teman perempuanmu yang lain. Hanya saja, mungkin saat ini, posisi kita yang seperti ini. Sudah cukup. Setidaknya sebuah bingkai yang melindungi rupamu telah tercipta dalam sudut hati. Aku masih...
Read More




Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML